Minggu, 01 April 2012

ANALISA SUMBER DAN PENGGUNAAN KAS

Definisi
Laporan perubahan kas (cash flow statement) atau laporan sumber dan penggunaan kas disusun untuk menunjukan perubahan kas selama satu periode dan memberikan alasan mengenai perubahan tersebut dengan menunjukkan darimana sumber-sumber kas dan penggunaan-penggunaanya.
Laporan sumber dan penggunaan kas menggambarkan atau menunjukan aliran atau gerakan kas yaitu sumber-sumber penerimaan dan penggunaan kas dalam periode yang bersangkutan.
Laporan sumber dan penggunaan kas akan dapat digunakan sebagai dasar dalam menaksir kebutuhan kas dimasa mendatang dan kemungkinan sumber-sumber yang ada.
Sifat laporan perubahan modal kerja adalah memberikan ringkasan transaksi keuangan selama satu periode dengan menunjukkan sumber dan penggunaan modal kerja dalam periode tersebut, modal kerja meliputi seluruh aktiva lancer atau aktiva lancar dikurangi utang lancer. Dengan demikian, yang dilaporkan adalah perubahan aktiva lancar dan utang lancar serta sebab – sebab perusahaan tersebut atau sumber dan penggunannya. Tekanan yang diberikan dalam laporan ini adalah perubahan modal kerja atau aktiva lancar dan utang lancar secara keseluruhan dan tidak akan menunujukkan jumlah uang yang telah diterima atau dikeluarkan selama periode tersebut.
Tujuan Cash Flow Statement yaitu :
1.     Menunjukkan perubahan kas selama satu periode.
2. Mengidentifikasi sumber-sumber Kas selama satu periode
3. Mengidentifikasi penggunaan Kas selama satu periode


Sumber Penerimaan Kas
Kas merupakan aktiva yang paling likwid atau merupakan salah satu unsur modal kerja yang paling tinggi likwiditasnya.
Kas harus direncanakan dan diawasi dengan baik. Baik penerimaan maupun penggunaannya.
Sumber penerimaan kas suatu perusahaan :
1. Hasil penjualan investasi jangka panjang
2. Penjualan, emisis saham atau adanya tambahan modal dari pemilik  dalam bentuk kas.
3. Pengeluaran surat tanda bukti hutang (wesel, obligasi)
4. Bertambahanya Hutang (kewajiban ) baik jangka pendek maupun panjang.
5. adanya penurunan atau berkurangnya aktiva lancar selain kas yang diimbangi dengan adanya penerimaan kas.
6. adanya penerimaan kas karena sewa , bunga atau devuden dari investasinya, sumbangan, hadiah dan restitusi pajak.

Sedangkan penggunaan atau pengeluaran kas dapat disebabkan karena adanya transaksi-transaksi sebagai berikut.
1). Penggunaan kas
a. Pembelian saham atau obligasi sebagai investasi jangka pendek maupun
jangka panjang.
b. Penarikan kembali saham yang beredar maupun pengambilan (prive) oleh     pemilik Pelunasan atau pembayaran angsuran hutang.
c. Pelunasan atau pembayaran angsuran hutang
d. Pembelian barang dagangan secara tunai
e. Pembayaran biaya operasi perusahaan
f. Pengeluaran kas untuk pembayaran deviden pajak, denda, dsb.

2). Transaksi yang tidak mempengaruhi kas
a. Adanya pengakuan atau pembebanan depresiasi, amortisasi, dan deplesi terhadap aktiva tetap, intangible asset dan dan wasting asset. Biaya depresiasi ini merupakan biaya yang tidak memerlukan pengeluaran kas.
b. Pengakuan adanya kerugian piutang baik dengan membentuk cadangan kerugian piutang maupun tidak dan penghapusan piutang karena piutang yang bersangkutan tidak dapat ditagih.
c. Adanya penghapusan atau pengurangan nilai buku dari aktiva yang dimiliki karena aktiva ybs telah habis disusutkan atau sudah tidak dapat dipakai lagi.
d. Adanya pembayaran stock deviden, adanya penyisihan atau pembatasan pengguanaan laba dan adanya penilaian kembali (revaluasi) terhadap aktiva tetap yang dimiliki oleh perusahaan.
e. Terhadap trasnsaksi-transaksi yang tidak mempengaruhi kas tersebut harus dilakukan jurnal penyesuaian (adjustment dan reversal )


Budget kas (Anggaran Kas)
Budget kas adalah gambaran arus seluruh rencana penerimaan dan pengeluaran uang tunai yang bertalian dengan rencana – rencana keuangan perusahaan dan transaksi lainnya yang menyebabkan perubahan – perubahan pada posisi kas atau menunjukkan aliran kas (cash flow) perusahaan tersebut.
Dari budget kas akan dapat ditentukan kapan dan beberapa besarnya deposisi kredit akan dilaksanakan, serta jangka waktu kreditnya, kapan dan berapa besarnya angsuran kredit dapat dilakukan, kemungkinan adanya surplus atau deficit karena rencana operasi perusahaan.
Kalau diperbandingkan dengan analisa laporan sumber dan penggunaan kas, maka perbedaannya terletak pada tujuannya. Laporan sumber dan penggunaan kas menunjukkan dari mana uang kas diterima dan digunakan untuk apa saja uang kas yang telah/akan diterima dalam periode tersebut. Sedangkan cash budget tujuannya lebih jauh dari itu yaitu ingin mengetahui saat – saat penerimaan dan pengeluaran uang serta saat – saat adanya surplus atau defisit kas. Dengan kata lain tujuan utama budget kas adalah untuk :
a) Memberikan taksiran posisi kas akhir setiap periode sebagai akibat dari operasional perusahaan.
b) Mengetahui kelebihan atau kekurangan kas pada waktunya, sekaligus untuk menentukan kebutuhan pembiayaan atas kelebihan kas mengangsur untuk investasi.
c) Menyelaraskan kas dengan total modal kerja, pendapatan penjualan, biaya, dan utang.
d) Dapat pakai sebagai alat pemantau posisi kas secara terus-menerus.
Penyusunan budget kas dapat dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu :
1.     Menetapkan persediaan best (safety cash balance)
Persediaan besi kas merupakan persediaan minimum kas yang harus dipertahankan suatu perusahaan dengan tujuan untuk menjaga likuiditas perusahaan tersebut.
2.     Membuat budget kas (cash budget)
Budget kas adalah estimasi terhadap posisi kas untuk suatu periode.
Tahap – tahap penyusunan budget kas
a.   Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran kas menurut rencana operasional perusahaan (operating transaction)
b.  Dari estimasi tersebut akan diketahui adanya surplus atau deficit kas karena rencana operasi
c.  Menyusun estimasi kebutuhan dana atau kredit dari bank atau sumber dana lainnya untuk menutupi deficit tersebut. Juga disusun estimasi pembayaran bunga kredit dan jangka waktu pembayarannya kembali (financial transaction).
d.     Menyusun kembali estimasi keseluruhan penerimaan dan pengeluaran kas setelah adanya financial transaction dan budget kas yang final ini merupakan gabungan dari transaksi operasional dan financial yang menggambarkan estimasi penerimaan dan pengeluaran kas keseluruhan.


Contoh Soal :
PT Kelapa Gading ingin menyusun budget kas-nya bagi kuartal ke-2 tahun 2006 dengan bahan informasi sebagai berikut:
Bulan 
Penjualan 
Penjualan Tunai 
Maret 
400.000 
100.000 
April 
500.000 
125.000 
Mei 
700.000 
175.000 
Juni 
600.000 
150.000 
Juli 
500.000 
125.000
Kebijakan penjualan oleh perusahaan atas penjualan kreditnya 20% dibayar pada bulan terjadinya transaksi penjualan, sedangkan sisanya 80% dibayar pada bulan berikutnya. Perusahaan tersebut menetapkan saldo kas minimum Rp 100.000. Selanjutnya dalam pembelian barang dagangan didasarkan atas kebijakan di mana 70% dibayar 1 bulan sebelumnya; di mana 70% tadi pada dasarnya merupakan harga pembelian yang sebenarnya jikalau diperhitungkan dengan harga sebenarnya. Kemudian beban gaji yang harus diperhitungkan setiap bulannya sebesar 9% dari harga penjualannya; dan kewajiban pembayaran sewa per bulan adalah Rp 20.000. Biaya operasi April Rp 50.000; Mei Rp 60.000; dan bulan Juni Rp 20.000. Pajak pada bulan Mei harus dibayar Rp 40.000, serta pembayaran dividen pada bulan Mei sebesar Rp 40.000. Diperkirakan saldo kas awal bulan April sebesar Rp 125.000. Susunlah budget kas PT Kelapa Gading jikalau perusahaan mencari pinjaman harus diperhitungkan dengan tingkat bunga 2% perbulan. Jikalau terjadi transaksi finansial pinjaman, nilainya dibulatkan dalam kelipatan Rp 5.000.
Jawaban
Budget kas untuk kuartal kedua PT Kelapa Gading adalah:



Cycle Kas (Siklus Kas)
Siklus penjualan dan penerimaan kas meliputi keputusan dan proses yang dibutuhkan untuk mengalihkan kepemilikan atas barang dan jasa yang telah tersedia untuk dijual kepada pelanggan. Siklus ini dimulai dengan permintaan oleh pelanggan dan berakhir dengan perubahan atau jasa menjadi piutang usaha dan akhirnya menjadi uang tunai.
Didalam penerimaan dan pengeluaran kas terdapat 5 siklus yang secara langsung mempunyai hubungan dengan saldo rekening kas, yaitu :
o    Siklus pendanaan
o    Siklus pengeluaran
o    Siklus Investasi
o    Siklus pendanaan
o    Siklus Jasa jasa Personel
Siklus produksi tidak mempunyai hubungan secara langsung dengan penyajian saldo rekening kas, meskipun diakui secara langsung hubungan tersebut ada.
Transaksi yang mempengaruhi siklus kas mempunyai mutasi yang tinggi, hal ini dikarenakan kas yang menyangkut aktiva yang terkait dengan pengukuran nilai bersifat sangat likuid. Ini berarti resiko melekat dalam siklus ini sangat tinggi. Semakin tinggi volume transaksi yang terbentuk, maka akan meningkat pula resiko yang melekat dalam penyajian rekening kas dalam neraca. 

Flowchart siklus akuntansi digambarkan sebagai berikut :




  Contoh Flowchart pada perusahaan Manufaktur :


     

2 komentar:

  1. jurnalya semanis sang pengampuh blogger, salam manis aja, jempol 4 tuk kamoe

    BalasHapus
  2. wahai pengampu minta rumus rumusnya saja bisa gak?

    BalasHapus